Blogging,  Travel

Jalan – jalan di Dataran Tinggi Dieng – Negeri Para Dewa ​

Akhir September lalu, saya dan teman-teman menyempatkan untuk mampir di Kawasan Wisata Dieng, Jawa Tengah. Memang rencana awal kita berangkat rame-rame, sekitar 9 orang. Tapi rencana hanya rencana, karena sampai H-2 masih ada saja yang membatalkan keberangkatan. Sebenarnya rencana keberangkatan ini sudah dipersiapkan sejak satu bulan kebelakang, semestinya dengan jangka waktu yang cukup lama itu temen-temen bisa persiapkan kemungkinan agar tidak bentrok atau justru sampai pending. Akhirnya, meskipun hanya tersisa tiga orang dari Bandung yaitu saya, Budhi dan Andi, kami memutuskan untuk tetap berangkat menuju Wonosobo, Jawa Tengah. Sedikit kecewa sih, tapi yang penting tidak sampai gagal berangkat.
Berangkat dari Bandung, 18.30 WIB
Kita berangkat di tanggal 28 September 2018, menggunakan bis dari terminal Cicaheum. Di Terminal Cicaheum ada beberapa bis antar kota yang menuju ke Terrminal Mendolo, Wonosobo. Kita memilih Bis Budiman, karena reputasinya yang cukup bagus. hehe.. Jadwal keberangkatan bis dari Bandung ke Wonosobo hanya sedikit , waktu itu kita berangkat selepas maghrib di terminal cicaheum, sekitar jam 18.30 WIB.

Jadwal Keberangkatan Bis Budiman Cicaheum – Wonosobo;
Pagi : 06.00 , 06.30 , 07.00
Sore : 17.00 , 18.30 , 19.00
Harga : Rp. 85.000 .-

Perjalanan dari Bandung menuju Terminal Mendolo, Wonosobo memakan waktu sekitar 8 jam, ditambah 1 jam istirahat makan malam di perjalanan, jadi diperkirakan kita akan sampai di Wonosobo sekitar jam 4 subuh.
fyi, di Bis Budiman ini kita dapat kupon makan di rumah makan sekitar Ciamis kalau gak salah. Ini pertama kali saya pakai bis antarkota dan dapat kupon makan, haha terharu aqutu..
Tiba di Terminal Mendolo, Wonosobo. 04.00 WIB.
Sekitar jam 4 subuh kita sudah sampai di Terminal Mendolo, Wonosobo. Sambil nunggu adzan subuh, sambil mencari mini bus yang akan mengantar kita ke Kawasan Wisata Dieng. Dari terminal mendolo menuju Kawasan Wisata Dieng harus menggunakan mini bus, dan konon menurut tulisan pendaki lainnya minibus ini banyak beroperasi hanya di weekend karena kalau weekend banyak pendaki yang datang. Jadi kalau hari biasa gak akan terlalu banyak yang menuju dieng, alias libur. Mulai berangkat dari terminal sekitar jam 5.30, perjalanan dari Terminal Mendolo menuju Kawasan Wisata Dieng sekitar 1 jam. Di dalam minibus cukup untuk 10-15 orang, rata -rata sama tujuannya, untuk mendaki Gunung Prau.

 

Sama seperti rombongan lainnya, kita berhenti di Desa Patak Banteng, memilih berhenti di Patak Banteng karena cukup dekat dengan Area Wisata Telaga Warna. Karena masih merem melek dan terlalu pagi kita sarapan sebentar di warung nasi Patak Banteng dan ngobrol sama ibu pemilik warung.
Tujuan pertama, adalah Telaga Warna. Pemilik warung bilang, dari sini ke telaga warna hanya 2 Km kurang lebih, deket ko itu, jalan kaki aja. Dengan percaya diri kita jalan kaki, karena udara juga sejuk jadi gak ada salahnya kita memilih jalan kaki untuk sampai di lokasi wisata.

 

Gerbang Desa Jojogan, di Patak Banteng
sepanjang jalan ketemu ibu petani dan setiap tanya arah telaga warna, mereka jawab “ohh disitu…” *tapi nanjak terus ini mah buu….
setelah jalan cukkup jauh dengan medan cukup nanjak, akhirnya menemukan penampakan telaga warna.. Taraaaa…. !!!

 

 

Setelah dari telaga warna, ada satu telaga lagi masih di kawasan yang sama kita juga mampir di sekita batu candi dan prasasti di sekitar situ.
Kawasan wisata ini terkenal dengan udara yang dingin dan sejuk.
Penasaran kenapa ya kok Dieng punya julukan Negeri Para Dewa, ternyata ini penjelasan yang saya dapat..
Nama Dieng berasal dari 2 suku kata, yaitu “Di” yang berarti Tempat atau Gunung dan “Hyang” yang bermakna Dewa. Jadi Dieng berarti Pegunungan Tempat Para Dewa Bersemayam – (sumber : wikipedia.org/dieng)

 

Masyarakat Dieng mayoritas beragama Hindu, dan tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Hindu di Bali, karena menurut cerita rakyat, asal muasal masyarakat Hindu Bali itu ya dari Dieng..
*Baca di tulisan di papan* hehe
Menuju Komplek Candi Arjuna

Setelah dari Kawasan wisata Dieng, kita menuju ke Komplek Candi Arjuna, di tempat ini yang sebelumnya sering saya liat di internet karena ada embun upas alias embun beku. Di lokasi ini yang sering dipakai untuk dieng festival. sukaaaaaak… Memang candi disini rapi seperti komplek perumahan, dan cukup luas.

 

Harga Tiket masuk candi arjuna Rp. 15.000 – sudah termasuk ke Kawah. Tapi ternyata masih jauh menuju ke kawahnya dan akhirnya kita gak jadi mampir ke Kawah..
Sekitar jam 12 siang kita menyelesaikan jalan-jalan di kawasan Wisata Dieng, dan kembali ke Warung di Patak Banteng, sambil persiapan ini itu karena kita ngejar waktu untuk mendaki Prau.
Jadi, Selamat Datang Di Dieng, Mari mari persiapkan perjalanan untuk mendaki Gunung Prau..

Tugu Selamat Datang di Dieng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *