Blogging

Memulai Bisnis Pengiriman Paket dan Dokumen Lion Parcel

Sejak tahun 2017, saya memang sangat khawatir dengan masa depan. Saya yang sejak awal punya rasa khawatir dengan kesiapan saya meninggalkan Jakarta dan memulai hidup di Bandung. Tentang apa yang akan saya lakukan di Bandung? Tentang apakah saya bisa bertahan dengan penghasilan kerja di Bandung? Bahkan apa saya bisa mempersiapkan masa depan dengan hidup yang saya pilih di Bandung.

Jujur, saya sangat merasa tidak percaya diri.

Saya juga sempat merasa tidak cocok dengan lingkungan Bandung, watak, kebiasaan dan toleransi dengan masyarakat sunda pada umumnya.

Sempat ingin mencoba berbisnis di awal tahun 2018, tapi bisnis apa yang bisa dikerjakan oleh saya yang tidak punya market maupun kelompok teman / komunitas. Seorang teman bercerita tentang bisnis pengiriman paket Lion Parcel. Saya tidak tertarik karena nama itu belum terkenal dan pasti perlu modal dan waktu luang. Jadilah obrolan ini hanya wacana.

Beberapa waktu kemudian, obrolan saya dan  kakak yang juga menghawatirkan masa depan bermuara ke bisnis pengiriman paket PT. POS.  tapi melihat kesiapan kita yang awam di dunia bisnis dan tidak punya waktu yang cukup luang juga hanya menjadikan obrolan ini sebatas wacana.

Sampai di awal tahun 2019, saya mencoba mengumpulkan kembali niat dan usaha untuk memulai bisnis demi kemampuan finansial kedepannya. Belajar untuk tidak bergantung sebagai karyawan dan bisa mencetak rupiah dari usaha sendiri. Ada kesempatan untuk membuka kedai Dimsum yang sedang naik daun di Kota Bandung, dan dengan modal yang cukup terjangkau untuk saya. Mana yang sebaiknya saya pilih, tanpa salah langkah dan bisa saya maksimalkan sampai berumur panjang.

Saya memilih mendaftar untuk menjadi mitra lion parcel, dibantu seorang teman yang sudah lebih dulu mengenal lion parcel. Sempat ragu awalnya apa saya bisa memulai bisnis ini. Apa konsekuensi yang akan saya terima nantinya. Kalaupun iya, dari mana saya harus mulai. Beruntungnya satu persatu pertanyaan bisa terjawab. Modal untuk menyiapkan pos tidak sedikit, dibantu oleh teman saya yang ternyata bersedia join untuk kerjasama dan menyiapkan separuh kebutuhan modal. Alhamdulillah. Saya ingat beberapa hari sebelumnya saya yang hampir mundur dan sholat istikhoroh untuk mohon petunjuk langkah yang sebaiknya saya ambil. Dan inshaAllah langkah ini yang di ridhoi Bapak Ibu dan Allah SWT.

Setelah saya dapat dukungan, saya coba proses pendaftaran, administrasi dan izin tempat dengan cepat. Mumpung lagi semangat. Mumpung niatnya belum kendor. Dan mengupayakan mulai beroprasi di pertengahan Februari 2019.

Alhamdulillah wa Syukurillah.. Februari minggu ke 3 kita sudah resmi terdaftar dan administrasi sudah selesai, dan bisa resmi beroperasi di Bulan Maret. Bismillah. Semoga langkah dan usaha ini di-Ridhoi Allah, menjadi berkah untuk kami dan bisa bermanfaat untuk sesama. Aamiin..

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *